Melawan Mitos Tentang Bagaimana Air Alkali dan Asam dalam Perut Saling Mempengaruhi

Banyak orang memahami bahwa perut kita mengandung asam yang membantu dalam pemecahan makanan yang kita makan. Sangat mudah untuk melihat bagaimana orang mengambil informasi ini dan akan menganggap bahwa minum air alkali (karena itu) akan menjadi langkah yang tidak perlu jika itu hanya akan dinetralkan oleh asam lambung. Namun, proses ketika tubuh kita dimasuki zat apapun tidak bekerja seperti itu.

Sebagian besar  jalan pikiran “air alkali tidak efektif” berasal dari gagasan bahwa perut kita hanya kolam besar yang asam menunggu untuk melarutkan apa saja dan segala sesuatu yang datang ke dalamnya. Padahal hal tersebut tidak terjadi. Perut rata-rata orang adalah relatif kosong sampai otak mendapat pesan dari kerongkongan tentang apa dan berapa banyak makanan yang dibawa ke dalam tubuh.  Ketika air (dan bahkan air alkali) dibawa masuk ke dalam tubuh, itu hanya berjalan melalui perut dan ke seluruh tubuh.

Bahkan jika ada sebagian asam lambung yang tersisa di perut, air alkali masih akan memiliki efek pada tubuh. Saat perut mendeteksi bahwa tubuh keluar dari keseimbangan pH normal sekitar 4, tubuh segera mulai memproduksi asam klorida untuk mengembalikan dinding lambung ke tingkat normal. Namun, ketika tubuh memproduksi  asam klorida, maka tubuh juga harus menghasilkan mineral alkali lebih banyak.  Jadi secara keseluruhan, basa bersih tubuh masih lebih baik dari sebelumnya!