The Secrets of People Who Never Get Sick: Gene Stone - www.kangenairkesehatan.com

Fakta Tentang Keseimbangan pH

 

Arti dari singkatan pH adalah potensial of hidrogen atau konsentrasi ion hidrogen dalam larutan atau media tertentu. Ketika kelebihan ion hidrogen, larutan pH akan bersifat asam. Sedangkan jika terlalu sedikit ion hidrogen, berarti larutannya bersifat basa atau alkali. Pengukuran pH adalah dari skala 0 sampai 14, dengan 0 berarti sangat asam 14 sangat basa atau alkali dan 7 berarti netral. Air lebih kurang posisinya di posisi netral meskipun pH nya yang tepat tergantung pada sumbernya (contohnya hujan asam adalah air yang sangat asam).

Secara keseluruhan, tubuh paling baik bekerja apabila darah dalam keadaan utama atau basa, sekitar pH 7,4. Tingkatan tersebut harus tetap dijaga pada tingkat tersebut agar dapat berfungsi dengan baik. Untuk memahami klaim tersebut (bahwa keseimbangan pH dalam diet adalah penting), lihatlah teori Antoine Bechamp (salah satu pahlawan pengobatan alternatif). Bechamp adalah Louis Pasteur kontemporer yang melakukan penelitian untuk membuktikan teori kuman penyakit (bahwa kebanyakan penyakit disebabkan oleh elemen mikroskopis khususnya bakteri dan virus). Bechamp tidak setuju, dengan alasan bahwa kuman adalah produk sampingan penyakit (bukan penyebabnya). Menurutnya, tubuh menjadi sehat ketika pH dalam sistem internal tubuh berada dalam keadaan seimbang. Tubuh dapat terserang penyakit hanya dalam kondisi tertentu (dimana organisme mikroskopis yang berdiam di tubuh dan dinyatakan jinak, bertransformasi menjadi kuman). Pikirkanlah tentang teori penyakit yang disebabkan oleh kuman daripada teori kuman yang menyebabkan penyakit.

Saat ini, para pendukung pH percaya bahwa keseimbangan kesehatan yang dianjurkan Bechamp dapat dipantau dengan asupan makanan. Ketika tingkat pH turun dibawah 7.36, tubuh menderita kondisi yang disebut asidosis dan ketika tingkatan naik dengan 7.42, tubuh akan mengalami apa yang disebut dengan alkalosis. Kedua kondisi tersebut dapat berbahaya, tergantung pada tingkat keparahannya, tetapi asidosis biasanya lebih umum dan memiliki berbagai penyebab yang lebih banyak.

Dua jenis utama asidosis adalah pernafasan dan metabolisme. Asidosis respiratorik terjadi ketika paru-paru tidak dapat mengeluarkan karbon dioksida yang cukup dari tubuh. Asidosis metabolik terjadi ketika ginjal tidak dapat memproses asam cukup cepat. Asidosis dapat terjadi karena gagal ginjal, diabetes dan bahkan gizi buruk. Pada kasus ringan, gejalanya termasuk kebingungan, kelelahan, nafas tersengal-sengal, serta masalah lambung dan usus. Pada kasus yang parah, penyakit ini dapat mematikan.

Jika Anda masih ragu, pikirkanlah tentang hujan asam yang disebabkan oleh polutan kimia, sulfur dioksida dan oksida nitrogen yang bereaksi dengan uap air di udara membentuk asam, dan itu sangat keras dan berbahaya bagi tanaman, hewan dan bahkan bangunan. Atau bayangkan memasak telur dalam secangkir asam klorida, dengan mudah telur itu akan hancur. Zat asam sangat berbahaya bagi kehidupan dan semuanya ada disekitar kita, mempengaruhi kita sepanjang waktu. Banyak ahli pH yang percaya bahwa asidosis adalah epidemi di dunia modern dan tidak hanya berasal dari lingkungan kita. Menurut ahli natoropatis, Christopher Vasey, penulis The Acid-Alkaline Diet for Optimum Health, peralihan dari diet nabati (diet rendah protein) ke arah pola makan tinggi daging dan tinggi gula telah berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.

Para pendukung mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan beralkali secara teratur dapat mengurangi resiko pengasaman tubuh. Kebanyakan dari sayuran mengandung alkali (terutama yang berdaun hijau); kacang hijau (mentah atau matang), asparagus, wortel juga merupakan sumber alkali yang baik. Beberapa buah termasuk ketimun, kelapa dan alpukat juga baik untuk dikonsumsi. Anehnya, makanan berasam yang tidak dipotong dan dikeringkan sesungguhnya memiliki dampak yang sedikit pada pH tubuh. Yogurt, beberapa jenis jeruk dan tomat merupakan pilihan yang sempurna untuk sehat dalam diet pH seimbang. Sedangkan untuk minuman, air putih adalah pilihan terbaik; selain itu juga jus sayuran dan jus wheat grass.

Beberapa buku yang laris baru-baru ini, termasuk yang ditulis oleh pakar mikrobiologi Robert O. Young dan antropolog medis Susan E. Brown, Ph.D, mereka meneliti hubungan antara penyakit dan asidosis metabolik. Dalam bukunya Better Bones, Better Body, Brown mengklaim bahwa untuk mempromosikan asidosis metabolik, diet asam sudah umum bagi masyarakat barat kontemporer. Salah satu efek diet paling parah adalah hilangnya mineral tulang yang menyebabkan osteoporosis dan penyakit tulang lainnya.

Tidak semua orang setuju bahwa keseimbangan pH adalah suatu yang harus diperhatikan terus menerus atau bahkan dipikirkan. Dokter Mark Liponis, direktur medis Canyon Ranch mengatakan “Menurut saya, ide semacam ini lucu, ini sama saja dengan berkata ‘kunci untuk kesehatan yang baik adalah menjaga suhu tubuh pada 37 derajat celcius atau menjaga gula darah antara 10 dan 100 atau kalium anda di level 4.0’, tubuh kita melakukan secara otomatis; mengatur pH dengan sendirinya. Saya pikir akan sulit untuk mengubah atau mengendalikan pH jika Anda menginginkannya, misalnya jika kita makan sesuatu yang sangat asam, tingkat pernafasan kita akan meningkat untuk menyingkirkan kelebihan asam sebagai CO2 dan ginjal kita juga akan mengeluarkan asam. Itu normal, otomatis, dan merupakan proses dibawah sadar”.

Namun, Liponis dan kritikus lain menambahkan bahwa perubahan yang dilakukan orang untuk memperbaiki keseimbangan pH mereka (memakan lebih banyak buah dan sayuran, mengurangi makanan olahan, sedikit gula dan sedikit karbohidrat) adalah sesuatu yang sangat sehat bagi tubuh, sehingga bahkan jika Anda tidak yakin bahwa keseimbangan pH adalah kunci menuju sehat, setidaknya resepnya lah yang masuk akal.

Langkah pertama untuk mencapai tingkat pH yang optimal adalah dengan mengetahui bagaimana tingkat pH Anda. Caranya adalah dengan mengetes urin Anda sendiri. Pergilah ke toko obat (atau secara online) untuk membeli kertas lakmus kecil (strip penyerap yang digunakan untuk mengukur pH). Ikuti petunjuk, termasuk bagaimana cara memegangnya pada aliran urin Anda selama beberapa detik. Strip akan berubah warna, bandingkan warnanya dengan warna yang ada pada grafik pH dalam kemasannya. Tingkat pH urin harus sekitar 7 (netral), seperti air. Jangan khawatir jika muncul asam atau alkali secara berselang. tetapi jika salah satunya ekstrim atau menjadi sebuah kecendrungan, mungkin ada sesuatu yang salah.

Menurut buku The pH Miracle : Balance Your Diet, Reclaim Your Health yang ditulis oleh Robert O. Young (bersama dengan Shelly Redford Young), kunci untuk pH sempurna adalah minum setidaknya 4 liter air setiap hari, makan makanan yang berkalori tinggi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan tertentu (hindari daging, ayam, ikan, gula dan biji-bijian) dan konsumsilah suplemen.

Bagaimana pun yang paling sering terjadi, pergeseran menuju keseimbangan pH muncul dari perubahan gaya hidup secara keseluruhan. Bukan hanya diet. Misalnya, olahraga yang tepat dapat meningkatkan energi dan metabolisme (orang yang aktif secara fisik memiliki waktu yang lebih cepat untuk mengoksidasi asam). Stres juga merupakan penyebab utama keasaman, sehingga mengakibatkan mood yang buruk dan kesehatan yang buruk pula. Dalam websitenya Dr.Young mengatakan, tubuh manusia memproduksi asam yang lebih banyak ketika berada di bawah tekanan, dan juga memiliki kesulitan untuk menangkal itu. Stres membuat jantung bekerja lebih keras, sistem peredaran darah dan paru-paru juga menjadi tegang. Oleh karena itu hindarilah stres sebisa mungkin dan carilah jalan keluar untuk mengatasinya ketika sudah terlanjur.

Fakta Tentang Detoksifikasi

 

Bahkan saat Anda membaca buku ini, banyak zat sebenarnya yang sedang mengalir melalui tubuh Anda (meski sebenarnya mereka tidak memiliki hak untuk berada di sana dan dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan penyakit). Membersihkan tubuh dari makhluk asing ini adalah prinsip utama di balik detoksifikasi. Zat-zat beracun ini termasuk bahan kimia sintetik, logam, buangan organik, dan makanan tidak sehat. Sementara ada berbagai cara yang berbeda untuk mengeluarkan racun, semuanya membutuhkan pembatasan atau pemurnian dari segala sesuatu yang telah dikonsumsi. Detoksifikasi bukan merupakan konsep khusus manusia. Sebagian besar hewan melakukannya juga. Anda mungkin sering melihat anjing mengunyah beberapa jumput rumput dan memuntahkannya sesaat setelah itu. Ini merupakan detoksifikasi anjing. Naluri anjing (dan usus) mereka mengatakan bahwa rumput akan membuat mereka membuang kelebihan air empedu yang mengganggu mereka. Dalam hal ini kita tidak begitu berbeda dengan binatang. Dorongan kita untuk memuntahkan apapun setelah menelan racun, makanan tengik, atau alkohol yang berlebihan, ini merupakan metode detoksifikasi sederhana tetapi penting. Dalam situasi ini sistem detoks internal kita kewalahan, sehingga kita perlu membersihkan zat-zat buruk itu sebanyak dan secepat mungkin yang kita bisa. Bahkan sebelum munculnya racun buatan manusia (seperti pestisida kimia), kita tetap perlu detoksifikasi. Misalnya Anda mungkin merasa tercekik ketika merasakan sesuatu yang pahit atau asam (respon ini sejenis detoks pencegahan) mungkin merupakan warisan dari jaman dulu ketika manusia harus lebih waspada terhadap “tanaman beracun dan hewan-hewan yang memberi tanda-tanda pertahanan dengan mengeluarkan bau dan rasa busuk”. Perlu diingat bahwa tubuh Anda sebenarnya memiliki detoksifikasi tetap. Hati organ bagian dalam yang terbesar, mempunyai banyak fungsi, termasuk memproses darah, mengubah racun seperti alkohol, narkoba dan lingkungan berpolusi menjadi zat yang larut dalam air yang kemudian dapat dikeluarkan (dihilangkan) melalui urin atau faces. Hati menyaring “bandit-bandit ini” keluar dari aliran darah dengan kecepatan lebih dari 1 liter darah permenit. Sementara itu sistem peredaran darah dan limfatik Anda mengangkut zat beracun dari setiap bagian tubuh ke ginjal dan hati, dimana mereka disaring dan diproses menjadi kotoran, atau diubah atau disimpan sebagai molekul tidak berbahaya pada sel lemak. Bahkan tanpa ancaman racun sekalipun kita sebenarnya masih perlu mendetoksifikasi racun yang diproduksi oleh tubuh kita sendiri. Zat-zat ini termasuk hormon atau zat kimia yang mengendalikan fungsi tubuh kita. Banyak hal dapat merangsang produksi hormon, mulai awal menstruasi sampai penyerangan bakteri pada ancaman eksternal secara tiba-tiba. Rangsangan terakhir ini memicu respon tertentu; hormon akan memicu sejumlah perubahan psikologis dengan menyesuaikan pada kesiapan fisik: memacu jantung, memperlebar pupil dan setelahnya Anda mulai berpikir lebih tajam dan jelas. Setelah ancaman berlalu; hormon-hormon kemudian dibersihkan dari sel Anda dan dihilangkan dari aliran darah oleh ginjal dan hati. Jika tidak, Anda akan tetap berada dalam keadaan stres permanen dan cepat menyerah dengan hipertensi. Hal ini hanyalah salah satu contoh bagaimana tubuh kita dapat memproduksi sesuatu yang bermanfaat namun sementara. Kita membutuhkan suatu metode pembersihan atau cara-cara untuk mengaturnya kembali. Jika tubuh kita secara alami dan otomatis melakukan detoksifikasi, mengapa beberapa tahun terakhir ini banyak program-program khusus yang menawarkan “dapat mengoptimalkan, memaksimalkan, atau merangsang detoksifikasi”? Apakah dunia telah menjadi lebih beracun? Tentu. Banyak bahan kimia yang umum digunakan sekarang ini sama sekali tidak ada dalam lingkungan hidup manusia pada abad lalu. Semua telah dikaitkan dengan masalah kesehatan dan umumnya telah ditemukan pada tubuh orang dewasa di negara-negara berkembang. Ilmu pengetahuan tidak pernah berhenti menemukan berbagai macam racun yang ada dilingkungan sekitar kita. Dan inilah yang menyebabkan mengapa para peneliti di bidang bio monitoring terus berusaha mempelajari beban tubuh manusia terhadap lingkungan yang tercemar, dengan mengukur banyaknya darah dan urin dan jaringan dari individu. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mount Sinai School of Medicine di New York City menemukan bahwa rata-rata ada 91 bahan kimia yang berbeda dalam satu tubuh subjek yang diteliti (hampir semua diketahui sebagai racun yang ada dalam otak, karsinogenik, atau teratorgenik yang menyebabkan kelahiran cacat). Meskipun tingkat racun-racun ini sangat kecil, tetapi kumulatif mereka atau efek jangka panjangnya sangat mengkhawatirkan. Harus diakui bahwa tingkat penyakit yang terkait dengan paparan racun, termasuk kanker dan penyakit hati, semakin hari semakin bertambah. Jika Anda mengurangi tingkat bahan kimia sintetik pada tubuh Anda kemungkinan besar kesehatan Anda membaik.