Terapi Air Putih - www.kangenairkesehatan.com

Terapi air putih – Anda Adalah Air

Anda dan Air

Sebagai salah satu unsur penyokong kehidupan, air sangat vital keberadaannya. Mungkin Anda tidak terlalu memikirkan bagaimana air dan tubuh bisa sangat berkaitan. Air adalah nutrisi yang sangat penting. Air berguna sebagai penjaga metabolisme tubuh, memperbarui setiap sel dalam tubuh, menjaga agar darah dapat mengalir lancar sehingga asupan nutrisi, oksigen, zat-zat penting lainnya dapat diterima organ-organ penting, membantu mengatur suhu tubuh agar tetap stabil, menjaga kelembapan kulit serta selaput lendir, membantu melumasi persendian tubuh, dan melindungi persendian dari gesekan yang menyakitkan.

Air Menjaga Sistem Sirkulasi Darah Tetap Lancar

Hal ini berkaitan dengan keringat yang Anda hasilkan. Saat Anda berkeringat, ini adalah isyarat bahwa tubuh Anda memerlukan air untuk diisi ulang dengan meminum air putih. Selain itu, berkeringat juga dapat mengeluarkan racun-racun dan membakar lemak. Jika Anda tidak minum air putih dalam jumlah yang cukup serta meminumnya dalam keadaan yang kurang baik, Anda tidak akan mengeluarkan keringat dan volume darah menjadi turun. Hal inilah yang kemudian menyebabkan sistem sirkulasi dalam darah menjadi bermasalah. Akibatnya, Anda akan mengalami sesak napas dan merasa pusing.

Air Menjaga Kestabilan Darah dan Getah Bening Sehingga Dapat Berfungsi Optimal

Terapi air putih menjaga kestabilan darah dan getah bening agar mempunyai volume dan tingkat kekentalan yang ideal sehingga dapat berfungsi optimal. Jika tubuh kekurangan air, maka darah dan getah bening akan mengental. Hal ini akan berpengaruh pada sirkulasi darah dan suplai nutrisi ke organ-organ vital. Darah yang kental akan mengakibatkan tubuh menyedot cairan dari dalam tubuh sehingga terjadi ketidakseimbangan. Di samping itu, darah yang kental akan mengalir tidak lancar di dalam tubuh.

Efek yang paling besar akan terjadi pada mereka yang memiliki tingkat stres dan tekanan tinggi. Tingginya aktivitas dan pikiran sering menimbulkan beban psikis. Hal yang paling ditakutkan adalah jika aliran darah menuju otak turut terganggu karena kurangnya cairan dalam darah sehingga dapat mengakibatkan stroke.

Mengonsumsi air putih kurang dari 8 gelas atau ukuran yang dianjurkan akan membahayakan tubuh Anda karena darah akan mengental. Aliran darah untuk menunaikan fungsi utama sebagai pengangkut nutrisi, oksigen, dan zat-zat makanan darah akan mengalami gangguan dan tersendat. Darah yang kental juga membahayakan organ vital lainnya, seperti ginjal. Ginjal memiliki fungsi utama sebagai penyaring (filter) racun-racun yang terdapat dalam darah. Saringan yang terdapat dalam ginjal sangatlah halus, sehingga darah yang kental akan mengakibatkan kerja ginjal menjadi lebih keras lagi, sehingga kemungkinan kerusakan ginjal akan membesar.

Otak sebagai organ vital juga akan mengalami gangguan ketika darah menjadi kental. Darah kental kebanyakan akan terhambat untuk mengalir menuju otak. Padahal otak adalah organ yang sangat boros dalam mengonsumsi zat-zat makanan, nutrisi, serta oksigen yang biasanya diangkut oleh darah. Hal inilah yang mengakibatkan sel-sel otak menjadi cepat mati dan tidak dapat berfungsi secara optimal. Saat kondisi ini terjadi, kemungkinan besar stroke akan mudah menyerang.

Terapi Air Putih Menjaga Kestabilan Suhu Tubuh

Tubuh manusia terdiri atas 70% air. Fungsi dari air adalah sebagai stabilitator suhu tubuh, memproses pencernaan, memproduksi air ludah, mengangkut nutrisi, dan penyerapan nutrisi penting.

Iklim tropis membuat manusia harus bekerja ekstra keras dalam mempertahankan suhu tubuh, membuat kebutuhan tubuh akan air semakin besar. Jika Anda kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi semakin panas dan tinggi. Ini akan mengakibatkan dehidrasi serta rusaknya sel-sel saraf, sehingga kondisi tubuh semakin menurun. Namun jika konsumsi air putih mencukupi, suhu tubuh dan kondisi tubuh akan membaik dan berjalan normal.

Terapi Air Putih Membuang Racun dan Toksin yang Berbahaya untuk Tubuh

Mengonsumsi air putih dalam jumlah ideal akan membuat tubuh menjadi semakin bugar dan sehat. Hal ini karena tubuh bereaksi negatif terhadap racun dan toksin dalam tubuh. Adanya air yang cukup akan mendorong tubuh untuk mengeluarkan racun dan toksin kemudian dibuang melalui keringat, air seni, dan pernapasan.

Cairan yang keluar dari tubuh adalah racun yang harus dibuang. Ketika Anda mengonsumsi sedikit air putih, Anda akan berkeringat dan memproduksi air seni lebih sedikit. Racun dan toksin yang keluar dari tubuh pun menjadi sedikit. Sehingga masih banyak racun yang menumpuk dalam tubuh dan memyebabkan tubuh tidak bugar dan mudah sakit.

Air Sebagai Media Pengantar Nutrisi dan Vitamin ke Seluruh Organ dan Sel-Sel Tubuh

Mengonsumsi air putih yang sehat dan kaya mineral akan membuat nutrisi dan vitamin mudah diserap oleh tubuh melalui aliran darah. Ini yang akan membuat energi cepat pulih dan bugar. Jika konsumsi air putih kurang, penyerapan vitamin dan nutrisi akan terhambat. Akibatnya, tubuh menjadi lemah dan daya tahan tubuh menurun.

Air Menjaga Agar Pencernaan Tubuh Tetap Lancar

Konsumsi air putih yang cukup setiap hari akan membuat tubuh Anda memiliki pencernaan yang sehat dan terhindar dari berbagai masalah, seperti konstipasi dan maag. Kalori yang dibakar dalam tubuh juga akan berjalan efisien dan efektif.

Cairan yang cukup akan membuat makanan yang sedang berproses untuk dicerna dalam pencernaan menjadi lancar serta mencegah konstipasi (sembelit). Usus menjadi lebih leluasa untuk menggiling, mencerna makanan dan menyerap sari makanan. Hal ini akan berbeda jika Anda tidak cukup mengonsumsi air putih. Usus akan meyerap cairan dari feses atau tinja agar tetap mendapatkan hidrasi yang ideal. Akibatnya, feses atau tinja akan menjadi keras dan sulit untuk dikeluarkan. Jadi jika Anda ingin pencernaan tetap lancar, jangan biarkan usus mengorek air dari calon feses.

Air Menjaga Kelembapan Kulit dan Organ Tubuh

Jika kekurangan air, organ tubuh akan mengalami pengerutan dan penurunan fungsi. Oleh karena itu, mengonsumsi air putih dengan cukup dapat menjaga kestabilan dan kinerja organ tubuh. Selain itu, kelembapan kulit ikut berpengaruh jika Anda kekurangan air. Kulit dapat menjadi kusam, berkerut, cepat mengalami penuaan dan terlihat tidak bercahaya karena cairan yang ada di bawah kulit menghilang. Jadi, pastikan Anda mengonsumsi air putih secara cukup dan sehat.

Air Merupakan Pelumas Sendi dan Pencegah Benturan Pada Organ-Organ Dalam

Air merupakan pelumas pangkal sendi yang berguna untuk menghindari pergesekan antarsendi dan tulang. Air juga mempunyai fungsi untuk meredam benturan yang terjadi pada organ-organ penting yang bersifat lunak. Air adalah konstituen utama pada tulang rawan. Hal inilah yang akan menghindarkan seseorang dari artritis atau kerusakan organ tubuh.

Dehidrasi Air Bahaya Bagi Tubuh

Anda pernah merasa letih yang berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan tidak adanya gairah untuk melakukan berbagai aktivitas yang seharusnya dapat diselesaikan? Saat mengalami hal ini, sebenarnya Anda harus memiliki kewaspadaan. Kemungkinan hal ini adalah pertanda awal dehidrasi, yaitu berkurangnya asupan cairan tubuh. Pada dehidrasi ringan, hal ini akan berpengaruh kepada suasana hati, kinerja tubuh, dan kecakapan kognitif.

Dehidrasi adalah masalah penting yang perlu dikaji lebih jauh. Namun, kebanyakkan masyarakat awam tidak memperhatikan hal ini dengan baik. Beberapa penelitian diadakan untuk melakukan kajian lebih dalam tentang dehidrasi, misalnya sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli dalam bidang hidrasi dan kinesiologi  di University of Connecticut, USA, Lawrence E. Amstrong, serta ahli neurokognisi, Harris R. Lieberman, pada 2010. Penelitian ini menghasilkan sebuah temuan bahwa dehidrasi ringan akan menyebabkan penurunan kemampuan berpikir, sulitnya berkonsentrasi, kesulitan mengingat, hingga mendorong emosi lebih tinggi, dan sangat berpengaruh pada kestabilan perasaan.

Di Indonesia sendiri, Saptawati Bardosono, seorang dosen di Departemen Gizi FKUI mengungkapkan, pengaruh dehidrasi pada kecakapan kognitif serta terganggunya perasaan lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan pada laki-laki. Ketika perempuan mengalami dehidrasi sebanyak 1,2%, gangguan pada kecakapan kognitif akan segera terjadi, begitu juga dengan buruknya suasana hati. Pada kondisi seperti ini, perempuan biasanya lebih cepat marah, tersinggung, emosi, cepat lelah, mengantuk, sulit berkonsentrasi, sulit menyelesaikan tugas walaupun sudah masuk tenggat, dan merasa pusing yang kepanjangan. Pada laki-laki, gejala ini akan muncul saat tubuh kekurangan cairan sebanyak 1,4%.

Luciana B. Sutanto, dosen di Departemen Gizi FKUI, mengungkapkan bahwa perempuan lebih sering terserang dehidrasi karena komposisi lemak pada tubuhnya lebih tinggi dibandingkan pada laki-laki. Pada laki-laki, komposisi ototlah yang dominan. Disamping itu, susunan air pada perempuan lebih sedikit dan adanya pengaruh hormonal yang menyebabkan perempuan lebih rentan terhadap dehidrasi dalam tubuh.

Persentase pada tingkat kekurangan cairan dalam tubuh sama dengan presentase pada berkurangnya berat badan. Saat tubuh mengalami dehidrasi sebanyak 1%, ini sama seperti berlari kecil di atas treadmill selama sekitar 45 menit. Sementara, jika dehidrasi sebanyak 2%, hal ini sebanding dengan berlari kecil di atas treadmill sebanyak 2×45 menit, dan demikian seterusnya.

Kesulitan berkonsentrasi, rusaknya perasaan, serta mood yang tidak menentu juga dapat terjadi jika Anda berpuasa dari minum selama kurang lebih 22 jam. Berkurangnya cairan dapat menimbulkan penurunan daya kerja serta semangat dalam beraktivitas.

Tingkat Dehidrasi

Dehidrasi ringan ditandai dengan mulut yang kering, mata mengering, otot-otot tubuh melemah, sakit kepala, pusing, silau, dan terasa berputar saat menatap cahaya. Tanda-tanda ini juga bisa dilihat dari volume dan warna air urine (air kencing). Makin sedikit urine yang dihasilkan dan makin pekat (kuning) warna urine, dehidrasi yang dialami seseorang berarti semakin parah.

Ada tiga jenis dehidrasi yang terjadi pada manusia, yaitu dehidrasi ringan yang terjadi jika penurunan cairan adalah sekitar 1-2% dari berat badan. Sementara itu, dehidrasi yang termasuk sedang adalah dehidrasi yang terjadi pada penurunan cairan tubuh sekitar 5-10% dari berat badan. Dehidrasi berat (kronis) terjadi ketika penurunan cairan tubuh terjadi sekitar 10% atau lebih dari berat badan.

Gejala dehidrasi yang patut Anda waspadai adalah dehidrasi berat (kronis) karena implikasi dari dehidrasi ini adalah kematian. Gejalanya ditandai dengan rasa haus yang sangat, rasa kantuk yang berat, bingung, tidak berkeringat, dan kulit menjadi sakit, kering serta keelastisannya menurun. Gejala lain yang perlu dicermati adalah ketika tubuh menggigil, mata menjadi cekung, tekanan darah menjadi rendah, denyut nadi cepat, sampai pada jatuhnya kesadaran.

Tidak semua orang dapat mencermati perubahan gejala tubuh ini. Sebagian besar orang mengartikan bahwa rasa haus yang sedang dialami adalah cerminan dari keinginan untuk makan sehingga kemungkinan yang terjadi adalah menyantap makanan. Padahal saat rasa haus menyerang, kemungkinan besar ini adalah gejala awal dari dehidrasi tubuh.