Melawan Radikal Bebas dengan Antioksidan

 

Radikal bebas yang lemah ataupun yang kuat tetap harus kita lawan. Sedapat mungkin kita harus berusaha untuk meminimalisir paparan radikal bebas ke tubuh kita. Dengan kekuatan antioksidan yang memadai, kita memiliki kemampuan untuk melumpuhkan radikal bebas yang terlanjur memapar tubuh. Harus kita ingat bahwa tubuh kita merupakan sebuah rakitan yang tersusun atas sel-sel yang saling terkait satu dengan lainnya. Satu sel saja telah dirusak oleh radikal bebas, maka seluruh sistem yang ada didalam tubuh kita dapat kacau balau. Untuk itu diperlukan sistem imun yang tangguh untuk mengatasinya, yaitu berupa antioksidan berkekuatan ganda. Senyawa alami pereduksi radikal bebas ini sangat diharapkan dapat menjadi tulang punggung yang berjuang untuk menghadapi radikal bebas yang berusaha merusak sel tubuh.

 

Secara alami tubuh kita memiliki antioksidan endogen yang dihasilkan sendiri oleh tubuh. Kapasitas antioksidan yang dimiliki oleh tiap individu berbeda-beda, bergantung pada pola hidup yang dijalani oleh masing-masing individu. Pola hidup menentukan kapasitas antioksidan alami yang mampu diproduksi oleh tubuh, sekaligus mempengaruhi jumlah radikal bebas yang sanggup dilawan oleh antioksidan yang tersedia. Semakin banyak bersinggungan dengan molekul radikal bebas, maka semakin rendah pula kapasitas antioksidan yang dimilikinya. Hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup sel didalam tubuh kita. Jika kapasitas antioksidan tidak ditingkatkan, maka benteng pertahanan tubuh semakin ringkih dan resiko yang akan terjadi semakin mengkhawatirkan.

 

Saat molekul radikal bebas masuk ke dalam tubuh kita, tubuh berusaha melawannya dengan menggunakan cadangan antioksidan yang tersedia. Hal inilah yang menyebabkan cadangan antioksidan terus berkurang. Karenanya kapasitas antioksidan yang tersedia dalam tubuh kita harus terjaga dalam kapasitas yang memadai. Masalahnya, kita tidak tahu seberapa banyak cadangan antioksidan yang masih tersisa didalam tubuh kita. Kitapun tidak dapat mengukur seberapa banyak dan seberapa ganas radikal bebas yang memapar tubuh kita. Oleh sebab itu dalam kondisi apapun hendaknya kita berupaya mencukupi agar kapasitas antioksidan didalam tubuh selalu optimum. Semakin banyak cadangan antioksidan yang dimiliki tubuh, semakin kecil resiko yang harus dihadapi tubuh untuk melawan dampak buruk akibat radikal bebas.

 

Sistem pertahanan tubuh terutama dilakukan oleh antioksidan endogen, selebihnya dilakukan oleh antioksidan eksogen. Antioksidan endogen merupakan antioksidan alami yang dihasilkan tubuh atau yang disebut juga antioksidan primer. Sedangkan antioksidan eksogen disebut sebagai antioksidan sekunder.

 

Antioksidan endogen diciptakan sebagai antioksidan utama yang mampu mengatasi berbagai macam radikal bebas, tetapi kemampuannya terbatas untuk menghadapi paparan radikal bebas yang semakin banyak sehingga sulit dibendung. Jumlah radikal bebas semakin meningkat dari waktu ke waktu, memberi tekanan yang semakin berat kepada antioksidan alami untuk melawannya. Kondisi ini menyebabkan kapasitas antioksidan endogen tidak seimbang dengan jumlah radikal bebas yang harus dilawan. Karenanya tubuh kita harus mendapat bantuan antioksidan dari luar tubuh berupa antioksidan eksogen atau disebut juga sebagai antioksidan non-enzimatis.

 

Jika antioksidan endogen bekerja untuk mencegah dampak buruk radikal bebas atau sebagai antioksidan preventif, maka antioksidan eksogen dapat berperan sebagai pelindung (antioksidan preventif) sekaligus sebagai penyembuh (antioksidan kuratif). Secara preventif, antioksidan eksogen bertugas mencegah perubahan molekul reaktif menjadi radikal bebas. Sedangkan secara kuratif memiliki aktifitas memotong reaksi berantai radikal bebas agar tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi bagi tubuh.