Manfaat Kangen Water untuk Hewan Kesayangan Anda

Bolehkah kita memberikan Kangen Water sebagai air minum sehari-hari untuk hewan peliharaan kita, seperti anjing atau kucing kesayangan?

 

Bolehkah hewan minum air bersifat basa?

Kangen Water Untuk Hewan Peliharaan - www.kangenairkesehatan.com

Sebagai pemilik hewan peliharaan, Anda pastinya ingin mengetahui apakah manfaat Kangen Water yang sangat menyehatkan untuk tubuh manusia juga memiliki efek yang sama baiknya untuk hewan?

 

Pasti kita bertanya-tanya, apakah tidak apa-apa jika hewan juga mengonsumsi air bersifat basa?

 

Jawabannya adalah, YA, Kangen Water juga boleh dan sangat baik untuk diminum oleh hewan peliharaan.

 

Kebaikan dan manfaat Kangen Water yang dirasakan oleh manusia juga bisa dirasakan oleh hewan peliharaan kita, seperti anjing atau kucing.

 

Seperti yang kita ketahui, hewan sebagian besar menghabiskan waktunya di lantai atau di tanah, di mana banyak terdapat bakteri, kuman maupun hewan parasit yang bertebaran. Memberikan Kangen Water sebagai air minum bagi hewan peliharaan akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka, sekaligus membuat mereka lebih sehat dan berenergi.

 

Di Rumah Sakit Hewan di Amerika dan negara maju, semakin banyak klinik-klinik yang memberikan air Kangen Water sebagai air minum untuk hewan-hewan tersebut.

 

Tidak hanya air minum saja, ada jenis air lain yang dihasilkan dari Mesin Enagic Kangen Water, yaitu Strong Acidic Water yang memiliki kekuatan sanitasi, digunakan untuk membersihkan kandang-kandang hewan. Sehingga kandang hewan bersih dari parasit dan bakteri, serta dapat juga digunakan untuk mengobati bagian tubuh hewan yang terluka.

 

Saat memberikan Kengen Water pada hewan peliharaan, berikan Kangen Water dengan pH 8.5 sebagai air minum mereka sehari-hari. Setelah beberapa hari memberikan Kangen Water, Anda akan menyadari hewan peliharaan Anda akan menjadi lebih sehat, berenergi, lincah dan bersemangat, mata lebih cerah, serta sistem persendian mereka jauh lebih baik.

 

Gunakan jenis air Strong Acidic Water yang memiliki pH 2.5 untuk membersihkan dan mensterilkan kandang mereka, agar bakteri dan kuman penyebab penyakit pada hewan dapat dimusnahkan, sehingga tidak membahayakan untuk hewan peliharaan Anda, maupun untuk Anda.

 

Untuk perawatan bulu dan kulit anjing atau kucing peliharaan, Anda dapat menyemprotkan atau memandikannya dengan menggunakan Clean Water yang memiliki pH 7.0. Kulit hewan peliharaan biasanya memiliki pH yang berkisar antara pH 6.2 sampai pH 7.4.

 

Penggunaan Beauty Water mungkin tidak cocok karena sifatnya sedikit terlalu asam dibandingkan pH alami pada kulit hewan, sehingga dapat membuat kulit mereka menjadi agak kering. Yang paling cocok adalah menggunakan pH Netral (pH 7) Clean Water untuk melakukan grooming pada anjing atau kucing.

Kangen Water Untuk Hewan Peliharaan - www.kangenairkesehatan.com
Kangen Water Untuk Hewan Peliharaan - www.kangenairkesehatan.com

Berikut ini merupakan testimoni dari pemilik hewan peliharaan yang telah merasakan manfaat Kangen Water sebagai air minum bagi hewan kesayangannya :

 

1. Kesaksian dari Ibu Judy, seorang pemilik anjing Golden Retriever bernama Bow.

“Saya memiliki anjing yang bernama Bow. Ia sangat menyukai pantai dan kami sering bermain lempar tangkap bola di pantai. Suatu ketika, saat sedang bermain bola, tiba-tiba kedua kaki kiri bow terkena cedera sendi; yang dalam bahasa medis disebut ACL (Anterior Cruciate Ligament). Saat kejadian itu, saya dengan segera membawa Bow yang berjalan terpincang-pincang, menuju ke klinik hewan peliharaan. Di sana, kami diberitahu oleh dokter bahwa Bow perlu dioperasi TPLO ( tibial plateau levelling osteotomy); yaitu operasi pada anjing untuk menstabilkan sendi yang retak, untuk memulihkan cedera ligamennya yang retak. Setelah proses operasi selesai dan beberapa bulan setelah cedera kaki Bow telah pulih (meski kalau berjalan masih agak sedikit pincang), kami kembali lagi bermain bola di pantai. Namun kurang dari 5 menit kami bermain bola, tiba-tiba kaki Bow yang lain yang kali ini cedera. Bow dioperasi lagi, lalu sembuh. Kali ini dalam masa pemulihannya saya memberikan Kangen Water dengan pH 8.5 sebagai air minum untuknya. Bow pun sembuh, kali ini kakinya benar-benar pulih dan normal kembali. Tidak ada lagi kakinya yang terpincang-pincang saat berjalan. Saat kami kembali bermain di pantai lagi, Bow sangat bersemangat. Ia berlari, melompat dengan penuh energi, ekornya berkibas-kibas dan matanya pun berbinar cerah. Saya percaya pulihnya kesehatan Bow salah satunya berkat minum Kangen Water. Sekarang saya memberikan hanya Kangen Water sebagai air minum untuk Bow. Terima kasih Enagic, terimakasih Kangen Water.

 

2. Kesaksian dari Bapak Gerald, seorang pemilik anjing Pitbull bernama Charlie.

“Charlie merupakan anjing saya yang berjenis Pitbull yang berusia 10 tahun. Selama beberapa tahun ini, Charlie menderita penyakit yang disebut Hip Displacia, yaitu kelainan pada tulang pinggul, sehingga menyebabkan ia berjalan terpincang-pincang dan harus berusaha keras menyeimbangkan dan menegakkan diri pada saat duduk. Selain penyakit itu, Charlie juga menderita peradangan parah di bagian dalam telinganya. Seiring bertambahnya usia Charlie, kami dapat melihat semangat hidupnya pun terasa memudar. Suatu hari kami mencoba memberikan Charlie Kangen Water dengan pH 9.5 sebagai air minumnya, serta mencoba meneteskan Strong Acidic Water yang memiliki pH 2.5 pada telinga Charlie yang mengalami peradangan. Setelah memberikan Kangen Water, kami menyadari adanya kemajuan yang luar biasa pada Charlie hanya dalam beberapa hari saja. Saya melihat pinggul Charlie yang sakit sebelumnya kini mulai membaik. Ia sekarang dapat berlari-lari berkeliling seperti seekor anak anjing yang ceria, serta tidak lagi mengalami kesulitan pada waktu duduk. Peradangan pada telinganya mulai membaik setelah diteteskan Strong Acidic Water. Kami sangat senang Charlie kami yang ceria kini telah kembali. Kami percaya pemberian Kangen Water sangat bagus sekali pada vitalitas dan kesehatan Charlie. Kami sangat berterima kasih pada Enagic dan Kangen Water atas kesembuhan anjing kami.

Kangen Water Untuk Hewan Peliharaan - www.kangenairkesehatan.com

Kangen Water Untuk Kuda

 

Selain bagi anjing dan kucing, pemberian Kangen Water sebagai air minum untuk kuda ternyata menghasilkan efek yang luar biasa. Seorang pelatih kuda Olimpiade bernama Jeff Jensen menceritakan pengalamannya bagaimana ia memberikan Kangen Water pH 9.5 untuk kuda-kuda yang biasa dilatihnya untuk kejuaraan Breeders Cup.

Jeff Jensen telah memiliki banyak pengalaman profesional mengenai nutrisi bagi hewan. Pemberian air bersifat basa Kangen Water untuk kuda memiliki hasil yang sangat positif.

Kangen Water Untuk Peternakan Sapi - www.kangenairkesehatan.com
Kangen Water Untuk Sapi - www.kangenairkesehatan.com

Kangen Water Untuk Sapi

 

Di Jepang, ada petani-petani yang memberikan Kangen Water sebagai air minum bagi hewan ternak mereka. Hasil yang diperoleh ternyata terjadi peningkatan pada kualitas kulit dan bulu mereka. Selain itu, peningkatan terjadi pula pada produksi susu sapi tersebut, di mana biasanya produksi susu sapi menurun pada saat musim panas, namun setelah diberikan Kangen Water produksi susu sapi meningkat sebanyak 20%.

Dari berbagai kesaksian di atas, dapat diberikan kesimpulan mengenai manfaat pemberian Kangen Water untuk hewan peliharaan adalah sebagai berikut :

– Peningkatan kualitas hidup, vitalitas dan energi saat hewan peliharaan diberikan minum air Kangen Water.

– Bulu menjadi lebih berkilau, halus dan lembut, mata berbinar lebih cerah.

– Kulit hewan terbebas dari rasa gatal dan kering, dengan memandikannya menggunakan Clean Water pH 7.

– Kandang hewan menjadi bersih, bebas dari bau urin dan tinja, serta bebas dari bakteri atau kuman penyebab penyakit, dengan membersihkannya menggunakan Strong Acidic Water pH 2.5.

– Bagi hewan ternak, pemberian Kangen Water sebagai air minum dapat meningkatkan kesuburan serta produksi susu.

– Kangen Water sangat baik untuk manusia maupun hewan.

Dr. Dennis Tim Crowe – Air Yang Dielektrolisis dan Penerapannya

Kangen Water Untuk Hewan dan Dokter Hewan - www.kangenairkesehatan.com

Penerapan Air Yang Diproses Dengan Cara Elektrolisis – Memahami Pentingnya Modalitas Terbaru Ini

Penulis : Dennis T. (Tim) Crowe, Jr., DVM, DACVS, DACVECC, FCCM, DACHM, NREMT-I, CFF

Regional Institute for Veterinary Emergencies and Referrals (RIVER), Chattanooga, Tennessee

Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Kangen Air Kesehatan.

 

Latar Belakang Penulis

Dr. Crowe adalah seorang kepala staff dari Pet Emergency Clinics and Specialty Hospital di Ventura and Thousand Oaks, California. Ia adalah seorang Presiden Direktur dari Veterinary Surgery, Emergency, and Critical Care Services and Consulting di Bogart, Georgia. Dr. Crowe merupakan salah seorang Founding Members dari The American College of Veterinary Emergency and Critical Care. Ia juga merupakan seorang Diplomat dari The American College of Veterinary Surgeons, American College of Hyperbaric Medicine dan rekan dari The American College of Critical Care Medicine. Ia juga seorang pemadam kebakaran yang bersertifikasi, Nationally Registered EMT-I dan seorang instruktur paramedis di Lanier Technical College di Oakwood, Georgia.

Perkenalan Mengenai Air Elektrolisis

Air yang dielektrolisis merupakan sebuah proses di mana arus elektrik mengalir melewati air. Elektron bebas yang bermuatan tunggal dan bersifat negatif ditambahkan ke dalam air pada sisi katoda positif (reduksi) dari membran semipermeable dan elektron-elektron disingkirkan dari air pada anoda negatif (oksidasi).

Bagaimana Kangen Water Dihasilkan - www.kangenairkesehatan.com

Reaksi di bawah ini merangkum reaksi kimia yang terjadi pada katoda :

4H2O2 + 4e ==> 2H2 (gas) + 4OH

dan pada anoda :

2h2O ==> O2 (gas) + 4H+ + 4e[1].

Air yang dihasilkan dari katoda disebut sebagai Electrolyzed Reduced Water (ERW). Air ini bersifat alkali (basa) dari segi pH dan memiliki ORP (Oxidative Reduction Potential) bernilai negatif (-200 sampai -1200mV). Sedangkan air yang dihasilkan dari anoda disebut sebagai Electrolyzed Oxidized Water (EOW). Air jenis ini bersifat asam dan memiliki ORP positif (+200 sampai +1200mV).

Proses elektrolisis tingkat tinggi dari Mesin ionisasi air yang ditujukan untuk rumahan maupun untuk penggunaan industri dan medis, dibuat secara komersial dan dijual dengan kemampuan menghasilkan dua jenis air tersebut di atas.

Sebuah Mesin pengelektrolisis air bahkan mampu menghasilkan 11 level pH dari air elektrolisis; yaitu pH 2.5, 4.5, 5.0, 5.5, 6.0, 7.0, 8.0, 8.5, 9.0, 9.5, dan 11.5, dengan bagian dalam Mesin yang terbuat dari elektroda titanium yang dilapisi platinum dengan ukuran 7 x 5 inchi.

Mesin tersebut ber-merk Kangen Water LeveLuk SD501 buatan perusahaan Enagic, Osaka, Jepang. Perusahaan yang membuat unit Mesin ini (demikian juga dengan perusahaan yang memproduksi produk sejenis) mengklaim bahwa air yang diproduksi oleh Mesin ini memiliki manfaat positif pada kesehatan.

Mesin elektrolisis air untuk penggunaan komersial (yang sering disebut juga Mesin ionisasi air), digunakan juga di RIVER (Regional Institute for Veterinary Emergencies and Referrals) Tennessee, Amerika,dan boleh digunakan oleh siapapun juga (Catatan: Mesin ionisasi yang digunakan di RIVER adalah Kangen Water tipe LeveLuk SD501, Enagic).

Cara kerja Mesin ini pertama kali adalah mengalirkan air melalui high grade carbon filter untuk membuang kontaminasi dari zat-zat organik dan inorganik pada air bahan baku. Air yang sudah melewati filter ini kemudian mengalir melalui 7 buah pelat titanium yang dilapisi platinum (platinum disini bertindak sebagai katalis) melalui sejumlah keberadaan mineral penting dari air bahan baku seperti kalsium, magnesium dan sodium yang menyediakan ion-ion yang dibutuhkan untuk menjadikan tenaga listrik sebesar kira-kira 230 watt masuk ke dalam air dan mengasilkan perubahan struktur pada air tersebut. (Referensi data : McKnight, T. Confessions of a skeptical physician. YNR Publisihing, California, 2012).

Mesin tersebut diletakkan di dekat wastafel dan air bahan baku akan mengalir masuk ke dalam Mesin melalui selang penghubung yang terkoneksi ke sumber air. Air yang keluar dari Mesin ionisasi akan terbagi menjadi dua jenis; yaitu air alkali (basa) yang keluar melalui pipa di bagian atas, sedangkan air yang bersifat asam keluar melalui pipa (selang) abu-abu yang berada pada bagian bawah Mesin.

Perubahan Yang Terjadi Pada Air Yang Mengalami Proses Elektrolisis

 

Air yang dielektrolisis menggunakan elektroda yang dilapisi platinum seperti yang telah dijelaskan sebelumnya membuat beberapa perubahan struktural di dalam air. Perubahan-perubahan ini telah dirangkum oleh beberapa sumber (lihat bagian referensi No.1,2,3 di bagian paling bawah), dan berikut ini perubahan yang terjadi :

 

1. Molekul oksigen dan hidrogen dari air yang semula berikatan menjadi terpisah menghasilkan ion hidrogen (H+) dan ion hidroksil (OH-) yang diasosiasikan dengan tingkat pH yang rendah (bersifat asam) dan tingkat pH yang tinggi (bersifat alkali/basa).

pH Scale - www.kangenairkesehatan.com

2. Elektron bebas (ion hidrogen negatif) dihasilkan pada katoda. Hal ini diasosiakan dengan platinum nano particles dan membentuk “Aktif Hidrogen” yang menghasilkan reduced water (air yang tereduksi) yang memiliki tingkat oksidasi yang sangat rendah dan memiliki potensi untuk mereduksi, yaitu nilai ORP dari -200 sampai -1200mV.

Cara Antioksidan Untuk Menetralkan Radikal Bebas - www.kangenairkesehatan.com

3. Pembuangan elektron bebas dari air yang difasilitasi oleh platinum nano particles dengan hasil berupa gas oksigen, yang secara harafiah mengubah air menjadi oxidized water (air yang teroksidasi) dengan nilai ORP yang tinggi yaitu berkisar antara +200 sampai +1200mV.

Micro Cluster Kangen Water - www.kangenairkesehatan.com

4. Nano clustering dari air di mana terdapat reduksi dalam nuclear magnetic resonance dan pembuatan cluster-cluster kecil dari air tersebut (mengandung 6 molekul pada setiap cluster). Struktur hexagonal ini ini bersifat sangat stabil di mana hasilnya adalah sudut ikatan hidrogen sebesar kira-kira 118 derajat dan kemampuan memfasilitasi penyerapan air melalui membran-membran sel. Hasil ini sangat bertolak belakang dengan air dalam kemasan / air botolan, air RO (Reverse Osmosis) dan air distilasi (air suling) yang memiliki ukuran cluster yang lebih besar (yaitu sekitar 10-50 molekul pada setiap cluster, dan sudut ikatan hidrogen yang lebih kecil yaitu sebesar 108 derajat). Air yang memiliki ukuran cluster yang kecil membantu mempermudah proses hidrasi pada jaringan-jaringan tubuh dalam proses konsumsinya. Cluster-cluster yang berukuran kecil (diistilahkan micro clusters atau nano clusters) juga meningkatkan kemampuan air untuk dengan cepat berpindah ke dalam dermis (lapisan kulit) dengan penerapan pada bagian luar tubuh.

5. Restrukturisasi air melalui pengubahan frekuensi vibrasi dari molekul air terjadi sekitar kira-kira 128 Hz sampai kira-kira 42 Hz, di mana hal ini juga merupakan salah satu hal yang mengakibatkan pembentukan cluster-cluster air yang lebih kecil.

 

6. Penciptaan dari fase keempat air (the fourth phase of water), juga disebut dengan istilah liquid crystalline water atau hydrogen, di mana hal ini merupakan investigasi paling baru yang ditemukan oleh seorang peneliti yang bernama Dr. Gerald Pollack (sumber: Gerald Pollack, PhD; verbally reported at the Colors of Water Festival, London, England, April 21, 2013). Selain itu fase keempat dari air (the fourth phase of water) juga ditemukan pada hewan-hewan yang hidup, oleh seorang peneliti bernama Dr. Mae Wan Ho (lihat daftar referensi No.4)

Studi Ilmiah

Berbagai variasi studi penelitian telah banyak dipublikasikan berkenaan dengan hal penggunaan; baik penggunaan alkaline electrolyzed reduced water (air bersifat basa yang diproses elektrolisis dan tereduksi) sebagai air minum, maupun penggunaan acidic electrolyzed oxidized water (air bersifat asam yang dproses ielektrolisis dan teroksidasi) yang dioleskan kepada luka secara langsung serta fungsinya sebagai disinfektan.

 

Hal di bawah ini merupakan daftar manfaat yang diperoleh berdasarkan hasil peneltian :

1. Dukungan manajemen yang efektif terhadap metabolic acidosis yang diasosiasikan terhadap renal failure (gagal ginjal) dan urinary diversion (pengalihan saluran kemih) (lihat daftar referensi No.5)

2. Membantu pasien diabetes yang memiliki ketergantungan pada insulin yang berada pada kondisi stres oksidatif (oxidative stress) tambahan, dikarenakan air tersebut memiliki kandungan antioksidan yang mengurangi kadar hormon stres. Pemberian ERW (Electrolyzed Reduce Water / air berifat basa hasil dari ionisasi) pada tikus yang dikembangbiakkan secara genetis memiliki resistensi insulin diabetes tipe 2, secara signifikan mengalami pengurangan glukosa darah (lihat daftar referensi No.6).

3. Efek antikanker diperlihatkan ketika ERW (Electrolyzed Reduce Water) diberikan pada tikus yang sebelumnya telah diinjeksikan sel-sel melanoma (kanker kulit). Hal ini dicatat melalui pengurangan pada Reactive Oxygen Species (ROS) dan induksi dari cytokines yang juga menghasilkan efek immunomodulating yang kuat. (lihat daftar referensi No.7)

4. ERW efektif dalam menekan pertumbuhan tumor melalui supresi (penekanan) pada pertumbuhan vascular tumor (lihat daftar referensi No.8). Pada studi laboratorium ini, sekumpulan tikus diinjeksikan dengan sel melanoma berbahaya, dan tikus-tikus tersebut dibagi menjadi 2 grup, di mana satu grup diberikan minum air keran (control group) dan grup satu lagi diberikan minum ERW (treated group). Kemudian pada hasil akhirnya terlihat perbedaan yang signifikan pada angka pertumbuhan tumor serta usia pada kedua grup tersebut, di mana tikus yang minum ERW dapat hidup dua kali lebih lama dibanding tikus yang minum air keran; dan tikus yang minum ERW memiliki pengurangan pertumbuhan tumor serta penderitaan yang dialaminya secara substansi berkurang.

5. Efek ERW pada pencegahan stres yang diakibatkan oleh ganguan dalam proses belajar (lihat daftar referensi No.9).

6. Efek hepatoprotective ketika material toxic (beracun) dicerna (lihat daftar referensi No.10); penggunaan EOW (Oxydizied Electrolyzed Water / air yang bersifat asam) dalam treatment yang sukses pada pengobatan infeksi yang diakibatkan oleh luka bakar (lihat daftar referensi No.11).

7. Efektifitas penggunaan EOW (Oxydizied Electrolyzed Water / air asam / acidic water) dalam mengurangi bakteri patogen pada sikat gigi dan penggunaanya sebagai obat kumur (lihat daftar referensi No.7).

8. Efektifitas penggunaan EOW dalam mengurangi bakteri patogen (penyebab penyakit) di lingkungan Rumah Sakit (lihat daftar referensi No.12).

9. Meningkatkan kemampuan dalam efek hidrasi (lihat daftar referensi No.13).

10. Mengurangi ketergantungan insulin pada tikus-tikus percobaan yang memiliki penyakit diabetes (lihat daftar referensi No.14).

11. Efek Antineoplastic (membunuh, mencegah, menghambat penyebaran atau pertumbuhan sel-sel kanker) pada berbagai jenis kanker (lihat daftar referensi No.15).

Studi Klinis

Dalam sebuah studi terbuka yang melibatkan hewan-hewan peliharaan pada Rumah Sakit Hewan, termasuk 3 pusat gawat darurat, air bersifat basa (pH 8.5 sampai 11.5) diberikan kepada para hewan peliharaan sebagai air minum.

Kangen Water Untuk Hewan dan Dokter Hewan - www.kangenairkesehatan.com

Electrolyzed Oxidized Water (Strong Acid pH 2.5) digunakan pada bagian luar tubuh atau pada bagian luka infeksi yang terbuka maupun terbakar, pada rongga mulut, terowongan telinga, pada permukaan meja, lantai dan berbagai selang serta peralatan operasi lainnya. Semua hewan peliharaan tersebut diperkenalkan pada air ionisasi, baik pada hewan yang dirawat inap maupun dirawat jalan (di mana air tersebut dibawa pulang oleh pemiliknya).

 

Terdapat kira-kira 100 ekor anjing dan 30 kucing yang diberikan minum air bersifat basa, setelah sebelumnya diberikan cukup informasi sehingga dapat dilakukan pencatatan terhadap hasil yang terjadi (sebelum dan setelah hewan-hewan tersebut diberikan minum air bersifat basa). Diperkirakan total semuanya ada lebih dari 300 ekor hewan peliharaan yang diberikan air bersifat basa sebagai air minumnya. Terdapat catatan yang secara konsisten terjadi, yaitu ketika hewan peliharaan diberikan pilihan air minum yang berasal dari keran atau air fresh yang diproses melalui Mesin ionisasi air (dengan sumber air yang juga berasal dari air keran yang sama), maka hewan-hewan tersebut semuanya memilih air bersifat basa yang diproduksi dari Mesin ionisasi air. Dalam beberapa kasus yang didokumentasikan melalui video, anjing-anjing akan “mengalihkan hidungnya” jika yang diberikan adalah air keran, dan akan mencari air bersifat basa yang dihasilkan dari Mesin ionisasi air sebagai air minum mereka. Para pemilik hewan peliharaan banyak sekali memberikan laporan bahwa anjing dan kucing mereka kini lebih memilih air bersifat basa dibanding air keran yang dulu pernah mereka konsumsi. Ketika ditawarkan variasi pH antara 8.5, 9.0 atau 9.5, hewan peliharaan tersebut akan memilih salah satu dari ketiga pilihan tersebut. Air bersifat basa dengan pH 8.5 secara umum diberikan sebagai permulaan, berdasarkan observasi sebelumnya yang telah dilakukan oleh dokter hewan lainnya (lihat daftar referensi No.2). Ketika pertamakali diberikan air dengan pH 9.0, hewan-hewan tersebut akan mengeluarkan kotoran yang lunak. Dan ketika pertamakali diberikan pH 9.5, hewan-hewan tersebut akan mengalami diare. Oleh sebab itulah pH 8.5 diberikan secara umum saat mereka pertamakali mengkonsumsi air bersifat basa agar tubuh tidak kaget/beradaptasi dengan baik.

 

Akan tetapi, terdapat satu pengecualian di mana dalam kasus tertentu pH 9.5 lah yang pertamakali diberikan kepada hewan peliharaan tersebut beserta pH 11.5 untuk dibawa pulang oleh pemiliknya yang nantinya akan diberikan kepada peliharaan mereka dalam jumlah yang sedikit (sekitar 15-30ml per Kg berat badan perhari). Kasus-kasus tertentu ini diberikan pada hewan-hewan yang telah didagnosa mengidap kondisi neoplastic berbahaya ataupun mengalami peradangan kulit yang signifikan, masalah buang air besar, masalah kandung kemih, masalah pernafasan ataupun kondisi musculoskeletal (gangguan pada otot rangka). Alasan hal ini, seperti yang direkomendasikan oleh para profesional perawatan kesehatan lainnya (Stewart, R, yang memberikan komentar dari pengalamannya sebagai chiropractor menggunakan air bersifat basa), adalah menyediakan sejumlah hidrogen bebas yang meningkat berdasarkan elektron yang diserap dan pada akhirnya “didonasikan” untuk menetralisir radikal peroxida yang dikenal dapat meningkatkan jumlah peradangan dan kondisi neoplastic (lihat daftar referensi No.2).

 

Berkenaan dengan manusia di dalam studi observasional: yang paling sering mengalami perawatan adalah majikan dari hewan peliharaan tersebut. Beberapa dari majikan hewan peliharaan tersebut mengalami penyakit degeneratif kronis sedangkan yang lainnya rata-rata sehat.

 

Ketika berbagai variasi air termasuk ERW (Electrolyzed Reduced Water / Air bersifat basa) diletakkan di dalam wadah dan hewan-hewan disodorkan air tersebut, para hewan memilih minum ERW dibandingkan air jenis lainnya (seperti air dari kemasan berbagai varian, air keran, air tanah, air RO, dan air distilasi/suling). Para majikan melaporkan bahwa mereka melihat suatu perubahan yang jelas dan nyata bahwa terjadi peningkatan kesehatan pada hewan peliharaan mereka dibandingkan sebelum hewan-hewan tersebut minum air yang dielektrolisis. Beberapa hasilnya terlihat sangat jelas sehingga seringnya pada saat majikan hewan peliharaan tersebut kembali ke klinik dokter hewan, mereka akan mengatakan pada semua orang yang ada di sana betapa bagusnya perkembangan kesehatan hewan kesayangan mereka setelah mulai mengonsumsi ERW / Air bersifat basa.

 

Pemeriksaan fisik mulai dari kulit, telinga dan kuku dari pasien hewan ini yang mengalami peradangan ataupun masalah mengunyah menunjukkan pengurangan intensitas pada gejala-gejala tersebut. Selain itu masalah diare pun berkurang, permasalahan pada lendir dan buang air besar berkurang, permasalahan pada kaki yang pincang maupun otot yang kaku berkurang. Hasil paling nyata akan tampak begitu jelas pada hewan-hewan yang telah berusia lanjut atau yang mengalami penyakit sendi degeneratif. Kebanyakan dari proses perubahan tersebut memerlukan waktu beberapa hari dengan terus mengosumsi air bersifat basa untuk dapat melihat hasilnya. Tak ada efek samping jangka panjang pada anjing dan kucing yang diberikan air bersifat basa. Konsumsi air berlangsung selama beberapa hari semenjak hewan-hewan tersebut dirawat di rumah sakit, maupun ada yang terus melanjutkannya hingga setelah hewan tersebut dipulangkan ke rumah.

 

Terdapat 10 ekor anjing dan 1 ekor kucing yang menjalani perawatan pada tubuh bagian luar dengan menggunakan acidic elekctrolyzed oxidized water (air asam) dengan pH 2.5 yang dapat diberikan kajian dengan cukup baik berdasarkan hasil observasi. Pada semua kasus pemberian air asam pH 2.5 pada tubuh bagian luar dapat ditolerir dengan baik. Beberapa dari hewan tersebut ada yang tampaknya seperti sedikit komplain dikarenakan penggunaan air tersebut pada bagian luar kulit seolah-olah menimbulkan sensasi seperti tersengat. Pada satu pasien dengan kondisi patah tulang terbuka yang menghasilkan osteomyelitis dan melibatkan beberapa jenis bakteri patogen (Pseudomonas sp. Staphylococcus sp. E. coli, dll). Penggunaan pH 2.5 pada bagian luar tubuh sangat efektif dalam menekan jumlah bakteri pada jaringan yang terinfeksi, sampai pada kondisi di mana tak ada bakteri lagi yang berkembangbiak. Air dengan pH 2.5 digunakan juga pada 3 kasus luka bakar, dua di antara hewan tersebut selamat dan luka bakar tersebut dapat sembuh dengan baik yang diiringi dengan advancement flap (pemindahan jaringan), application dan grafting (cangkok), sedangkan satu kasus lagi terpaksa dilakukan euthanasia dikarenakan komplikasi pernapasan yang sudah sangat parah.

 

Ke-11 pasien hewan tersebut yang mendapatkan perawatan pada pH 2.5 sebagai bagian dari terapi juga diberikan konsumsi air dengan pH 8.5 sampai 9.0 sebagai air minum sehari-hari. 10 dari 11 kasus juga dirawat dengan hyperbaric oxygen theraphy (HBOT), di mana dapat menuntun timbulnya Reactive Oxygen Species (ROS) lebih jauh (lihat daftar referensi No.3). Diduga bahwa HBOT adalah alasan lain untuk pemberian dan konsumsi dari air tersebut (menurut opini penulis); penggunaan air bersifat basa akan menetralisir ROS dan membantu mengurangi timbulnya peradangan; bahwa ERW tampaknya menekan peradangan yang diasosiasikan dengan tanda-tanda klinis, hal ini termasuk bercak kemerahan dan gelembung pada kulit pada dermatitis, conjunctivitis, uveitis dan otitis.