Food Combining Itu Gampang: Erikar Lebang - www.kangenairkesehatan.com
Food Combining Itu Gampang Bab 4: Erikar Lebang - www.kangenairkesehatan.com

Pentingnya Air

Air sangat penting. Tiga perempat tubuh kita terdiri dari air, titik! Tidak hanya darah atau jaringan berlendir serta lunak yang jelas terlihat dibentuk dari air, tapi puluhan triliun sel tubuh kita dibangun dari air. JANGAN PERNAH MEREMEHKAN PERAN AIR DALAM TUBUH KITA.

Air memungkinkan terjadinya metabolisme dalam tubuh kita karena semua aktivitas yang terjadi dalam tubuh membutuhkan air sebagai media. Misalnya, perintah dari otak ke seluruh penjuru tubuh yang disampaikan oleh saraf, hanya bisa terjadi lewat semacam energi listrik yang bekerja dengan menggunakan media air. Demikian pula makanan, diproses lewat air; dari proses pemisahan substansi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing bagian hingga pola penyebarannya yang harus melewati air. Hal sama berlaku bagi nutrisi serta mineral yang diperlukan oleh sel; oksigen, hormon, zat pengantar saraf, dan antibodi.

Metabolisme, pernapasan, temperatur tubuh, pelumasan sendi, rambut, kulit, mulut, hidung, mata serta lapisan lendir, dan sebagainya, menggunakan metode yang sama. Semua menggunakan air! Disini, kita tahu bahwa KEKURANGAN AIR BERARTI BENCANA BAGI TUBUH.

Penelitian di Amerika Serikat, misalnya, menemukan bahwa 37% penduduknya memiliki masalah obesitas, kelebihan berat badan. Setelah ditelaah lebih jauh, hampir dari mereka semua ternyata memiliki kecenderungan mengalami dehidrasi.

Mayoritas penyakit degeneratif (penurunan fungsi organ tubuh) yang dijumpai manusia disebabkan oleh kekurangan air, baik dari sisi dehidrasi maupun air berkualitas cukup. Apabila triliunan sel berbahan dasar air tadi kekurangan pembentuk dasar sel tersebut, terjadilah kekacauan. Dalam keadaan normal, darah terdiri dari 94% air dan setiap sel tubuh 75%. Kombinasi ini menciptakan semacam reaksi kelistrikan yang membuat tubuh manusia memiliki energi untuk berfungsi dengan normal.

Yang terjadi saat tubuh kekurangan air adalah sel-sel tadi kekurangan energi siap pakai sehingga tubuh mencari jalan keluar alteratif untuk memenuhi kebutuhan mendasar tersebut. Tubuh kemudian mencari energi pengganti dari bahan cadangan yang terbentuk dari makanan. Namun, tanpa bantuan air, hanya simpanan protein dan karbohidrat yang bisa dipakai, sedangkan lemak yang jauh lebih sulit diproses terpaksa ditinggalkan – proses ini biasa disebut hidrolisis.

Berkenaan dengan pentingnya peran air, kita bisa bercermin pada proses perjalanan hidup manusia. Perhatikan saat lahir hingga meninggal. Saat bayi, tubuh seakan penuh berisi air, lunak, fleksibel, nyaris bersifat seperti agar-agar. Sebaliknya, saat menua hingga meninggal, tubuh mengering, mengeriput, getas, dan keras! Bayi mudah sekali menangis saat kehausan. Semakin dewasa, sesitivitas terhadap rasa haus itu menghilang. Kematian usia senja menjelang seiring dengan hilangnya kemampuan tubuh mengenali rasa haus sebagai tahap akhir sinyal tubuh akan dehidrasi.

Konsumsi Air dalam Food Combining

Secara spesifik, juklak dalam FC memang tidak menyebutkan konsumsi air dengan detail. Namun, sesuai dengan konsep pencapaian kondisi homeostasis lewat pencapaian pH yang netral, kekurangan air dan dehidrasi membuat pH tubuh mudah sekali bergerak ke sisi asam. Dengan kata lain, mengonsumsi air (ingat, hanya air!) sesuai dengan doktrin standar 2,5 liter per hari juga menjadi bagian krusial praktik pelaksanaan apabila kita ingin melakukan FC dengan baik dan benar.

Pelaku FC terlatih untuk tidak mengandalkan rasa haus sebagai pertanda dia harus minum air. Sejatinya, rasa haus, terutama bibir kering, adalah alarm tubuh akan kebutuhan air pada level terakhir. Kita harus minum air sebelum haus menyerang. Jadi, 8 gelas sehari (atau 6 gelas sehari bagi lansia) adalah kebutuhan standar. Saat Anda beraktivitas fisik berat, jumlah itu harus ditambah. Sakit? Jumlah itu pun harus ditingkatkan.

Saat Anda sakit, daya tahan tubuh bekerja keras. Media utama daya tahan tubuh adalah air. Dengan demikian, saat sakit itu, jumlah air yang tersedia harus cukup, di atas rata-rata kebutuhan harian. Jangan pernah termakan doktrin bahwa minum air terlalu banyak bisa merusak dan membuat kesehatan menurun. Tuhan telah menganugerahi tubuh manusia dengan pengaturan sistem sirkulasi air yang sangat canggih. Ginjal, kandung kemih, akan segera mengirim air keluar tubuh saat jumlahnya di luar kebutuhan. Kekurangan air justru akan merusak organ sirkulasi penting seperti ginjal.

Jangan penah mengeluh atau menjadikan frekuensi buang air kecil meningkat saat Anda sakit sebagai alasan untuk enggan minum air putih. Alih-alih, visualisasikan dalam pikiran bahwa air seni membawa bakteri, virus, atau penyakit yang telah “dilumpuhkan” keluar dari tubuh.

Terkait konsep pengaturan pola makan yang identik dengan Food Combining, hal utama yang harus diperhatikan adalah minum air saat berada di waktu makan. Beri jeda antara waktu sebelum dan sesudah makan untuk minum. Memasukkan banyak air saat makan akan mengganggu kerja sistem cerna. Lambung Anda akan menjadi penuh oleh air, kerja asam lambung untuk mematikan bakteri akan terganggu, demikian pula efektivitas enzim cerna.

Konsumsilah air sekitar 500ml satu jam sebelum Anda mengonsumsi makanan. Bisa juga 2-3 jam sesudah makan, jika dirasa perlu. Namun, di tengah waktu makan, sebaiknya jangan, atau minumlah tidak lebih dari setengah gelas air.

Jenis Air Populer

1. Air Hujan (Atmospheric Water)

Cemaran uap polusi yang disebabkan oleh manusia membuat air hujan batal menjadi air termurni yang bisa disajikan oleh alam. Disamping itu, meminum langsung air hujan (bebas polusi sekalipun) tanpa proses yang layak untuk membuatnya dapat diminum, bisa memicu masalah kesehatan, salah satunya pembesaran kelenjar tiroid.

2. Air Permukaan Bumi (Surface Water)

Air hasil curah hujan yang berasal dari laut bersifat tawar karena kandungan garamnya telah diserap oleh atmosfer dan tanah. Air permukaan bumi ini bisa berasal dari danau, bendungan, sungai, dan berbagai sumber air yang bisa kita lihat di daratan. Panas sinar matahari telah menyebabkan karakter dan energi hasil yang dimiliki air jenis ini berkurang, apalagi jika kita kembali melirik faktor polusi. Kendati banyak dimanfaatkan untuk dikonsumsi, kualitas air permukaan bumi ini jelas masih harus dipertanyakan.

3. Air Tanah (Ground Water)

Andai saja kehidupan manusia dari sisi industri maupun rumah tangga tidak mencemarinya, air tanah adalah air terbaik serta termudah yang bisa ditemui oleh manusia. Air jenis ini memiliki kandungan mineral yang kaya, tetapi pas untuk kebutuhan. Air tanah bisa ditemui mengalir keluar dari dalam tanah secara alami, lewat celah-celah batu atau tanah.

4. Mata Air Murni (True Spring Water)

Semua mineral dan unsur yang diperlukan telah terbentuk serta terserap dan bisa ditemui dalam kandungan air semacam ini. Ia pun terdorong ke permukaan dalam keadaan siap diminum. Beberapa mata air terkenal di dunia memiliki sifat pembentuk basa yang sangat kuat serta karakter molekul yang sangat kecil, mudah diserap oleh sel tubuh. Sayangnya sumber mata air “asli” semacam ini menjadi hal langka untuk bisa dengan mudah ditemukan.

5. Air Destilasi (Distilled Water)

Kandungan fisik dan kimiawi dari air ini tergolong paling murni dari seluruh bentuk air yang ada. Proses yang dialami banyak, air ini dianggap berada dalam strata tertinggi. Masalahnya adalah air jenis ini punya sifat seperti magnet yang cenderung menarik substansi mineral yang cocok dengannya. Beberapa ahli kesehatan mengungkapkan, berdasarkan temuan terkini, air distilasi sebaiknya tidak diminum terus-menerus dalam waktu yang lama karena dianggap mampu menghilangkan beberapa jenis mineral penting dari tubuh. Bahkan penderita beberapa penyakit serius seperti liver, ginjal, dan kanker, sebaiknya menghindarkan air jenis ini.

6. Air Kangen® ( Kangen Water ® )

Air Kangen® adalah air yang melewati metode proses listrik atau biasanya disebut elektrolisis. Proses yang dibuat sedemikian rupa hingga mineral terkumpul lebih banyak dan membentuk hidrogen aktif yang dapat menyingkirkan radikal bebas dari tubuh. Sifatnya yang merupakan pembentuk basa kuat, membuat pH netral tubuh mudah dicapai, akhirnya kondisi homeostasis selalu terjaga. Air yang dihasillkan bebas dari klorin dan berbagai zat kimia negatif. Air ini sangat baik, sangat bersih, kaya mineral, dan bersifat basa. Sama dengan air dari sumber mata air murni, sifat molekul Air Kangen ® yang lebih kecil daripada air biasa sehingga mudah menghidrasi sel.

Tubuh sehat akan mencari sendiri berat idealnya.

 

Tubuh yang telah sehat akan memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri atau mempertahankan diri dari beragam penyakit.

Food Combining adalah tentang keseimbangan yang dibutuhkan tubuh kita. Seharusnya, pola makan kita yang mengikuti cara kerja tubuh kita, bukan sebaliknya. Kita makan untuk mendapatkan energi. Tanpa energi, mustahil ada kehidupan. Namun, kebiasaan makan orang sekarang (makan segala macam makanan dalam waktu hampir bersamaan) sebenarnya justru memboroskan energi. Tubuh kita tidak hanya kekurangan energi, tetapi juga kekurangan nutrisi karena makanan tidak tecerna sebagaimana mestinya. Akhirnya, racun menumpuk dalam darah dan jaringan, menimbulkan kondisi keracunan (toksisitas) dan asidosis (kelebihan asam) dalam tubuh yang dalam jangka panjang dapat mengarah ke peradangan jaringan dan degenerasi sel.

 

Salam,

Andang W. Gunawan, ND. – Ahli terapi nutrisi, praktisi, dan pencetus Food Combining di Indonesia.

Anda hampir tak perlu mengubah apapun. Hanya perlu lebih fokus pada pilihan bahan makanan: sudah harus yang alami, bukan lagi yang kalengan/botolan/kemasan/instan/sejenisnya maupun yang mengandung bahan tambahan sintetis. Plus, kapan sebaiknya dimakan dan bagaimana mengombinasikannya.

Food Combining mengatur agar setiap suapan makanan dapat memberikan sumbangan nutrisi optimal tanpa memberatkan kerja organ-organ cerna kita.

Dengan demikian, tubuh terjamin memperoleh kecukupan nutrisi. Selain itu, tubuh memiliki jeda istirahat yang cukup, sehingga bisa leluasa melakukan proses metabolisme lainnya, seperti proses peremajaan sel.

Ketika proses metabolisme dalam tubuh berjalan seimbang (tanpa terbebani kesibukan mencerna) otomatis tubuh dapat lebih fokus memperkuat sistem kekebalan tubuh, lebih sigap melakukan proses pemulihan (jika kita mengalami gangguan kesehatan), memperbaiki sel-sel aus dan/atau menumbuhkan sel-sel baru, dan lain-lain. Sebaliknya, kesibukan mencerna tiada henti akibat pilihan makanan yang buruk dan kombinasi makanan yang kurang serasi akan menghilangkan kesempatan tubuh melakukan proses alami tersebut. Akibatnya, organ-organ cerna lebih cepat aus, antara lain ditandai munculnya gangguan kesehatan: hipertensi, kadar tinggi kolesterol/trigliserida, gangguan asam urat, diabetes, dan lain-lain. Termasuk di dalamnya adalah gangguan “ringan” seperti sakit maag dan alergi.

 

Salam Sehat,

Wied Harry Apriadji – Pakar gizi dan kuliner sehat alami. Praktisi dan penggiat Food Combining ini telah menulis enam puluh judul buku tentang nutrisi dan makanan sehat alami.

  • Seberapa banyak Anda mengonsumsi makanan “cepat saji” dalam 1 minggu?
  • Seberapa sering Anda sakit?
  • Seberapa jauh jarum timbangan Anda menjauh dari angka yang ideal, lebih atau kurang?
  • Seberapa sering Anda merasa putus asa walaupun tidak ada masalah berarti yang menghadang?

Kalau semua jawaban kata “seberapa” ini masuk dalam kategori jamak atau superlatif, berarti Anda ada dalam kondisi fisik serta mental yang menyedihkan! Jangan takut! Jalan keluarnya cukup mudah. Perbaiki pola makan Anda!

Pola makan ini lebih mengacu ke mekanisme pencernaan alamiah tubuh dalam menerima jenis makanan yang serasi, sehingga tubuh akan dapat memproses semua itu dengan baik dan mendapatkan hasil secara maksimal.

Dokter William Howard Hay, Dokter Herbert Shelton, sebagai seorang dokter, dia telah muak dengan berbagai keterbatasan atau kegagalan obat-obatan farmasi serta langkah pengobatan invasif konvensional yang berharga mahal, tetapi jarang memberikan kesembuhan secara hakiki kepada pasiennya.

Mengapa Food Combining?

 

Kita “mengincar” kondisi bernama homeostasis. Apa itu?

Homeostasis adalah kondisi ideal dalam tubuh saat seluruh fungsi berjalan dengan sempurna.

Organ sehat mendukung kerja seluruh sistem agar lancar dan terpadu dalam tubuh, membuat kondisi tubuh yang ada dalam kondisi homeostasis berada dalam kondisi prima secara psikologis (fungsi mental), fisiologis (fungsi organ dan system), dan anatomis (fungsi musculoskeletal).

Ada beberapa katalisator kondisi homeostasis. Salah satu yang populer adalah nilai pH (potential hydrogen). Rentang skala pH tubuh ada pada angka 1,0 (asam) hingga 14,0 (basa). Kondisi homeostasis tubuh sehat tercapai saat nilai keasaman dan kebasaan seimbang, pH netral.

Kesehatan hakiki adalah saat tubuh mencapai nilai pH di kisaran netral (7,0), angka tepatnya adalah pH 7,35-7,45. Umumnya pola hidup (pola makan terutama) membuat seseorang berada pada nilai pH yang terlalu berat ke sisi asam (yang riskan mengundang berbagai macam penyakit). Dalam kondisi asam, tubuh bagaikan magnet bagi penyakit, organ tubuh akan berada dalam kondisi tidak prima serta cenderung rusak perlahan-lahan.

Anda bisa menganalogikan pH tubuh yang cenderung asam dengan sebuah ruangan yang tidak rapi, berdebu, dan lembap. Sebagus apa pun perabot yang Anda letakkan di dalamnya, ia akan segera kotor dan kusam hingga kualitasnya menurun, kemudian lebih cepat rusak. Menetralkan pH tubuh mirip dengan upaya kita membersihkan ruangan tersebut: menyedot debu, membuang kotoran, memberikan suhu ideal, membuatnya nyaman secara rutin. Dengan demikian, apa pun perabotan yang Anda taruh di dalam ruangan tersebut akan selalu terjaga kondisinya.

Info Bahan Makanan Populer

Berikut ini adalah bahan yang populer dikonsumsi dan sebaiknya hanya sesekali atau sangat dibatasi asupannya.

Kopi

Minuman yang sangat populer dan dianggap sebagai minuman kesehatan karena kemampuannya mendongkrak performa seseorang. Fenomena ini bahkan dilukiskan dalam kalimat legendaris, “Hari Anda belum dimulai tanpa segelas kopi!”

Faktanya? Apabila Anda membutuhkan kopi untuk memulai hari, berarti tubuh Anda berada dalam tumpukan racun kafein yang sangat parah! Rasa semangat yang muncul akibat minum kopi adalah salah satu bentuk kecanduan dan pencarian tubuh akan unsur yang “hilang”; mirip dengan orang kecanduan rokok atau obat-obatan terlarang. Kegunaan kopi jauh lebih sedikit dibandingkan kerusakan yang ditimbulkan secara jangka pendek ataupun panjang.

Efek diuretik (pengurasan cairan tubuh) yang diberikan kopi membuat sel tubuh kehilangan substansi penting dan juga dehidrasi yang sering tidak disadari. Anda bisa jadi telah merasa mengonsumsi air dalam jumlah cukup, tetapi mengonsumsi secangkir kopi justru membuat Anda kehilangan cairan tubuh senilai 3 porsi cangkir kopi itu.

Penelitian lebih lanjut menemukan bahwa secara akumulatif, kopi membuat masalah hormonal (terutama pada wanita), menghambat penyerapan mineral berguna, meningkatkan risiko osteoporosis, gangguan organ tubuh (jantung, ginjal), dan masih banyak lagi.

Sayangnya, gangguan itu umumnya bersifat jangka panjang sehingga fakta sejati kopi lebih tertutupi oleh efek pemberi semangat yang muncul. Di sisi lain, sebenarnya kopi juga memicu efek gangguan psikologis seperti gelisah, sulit berkonsentrasi, emosi yang tidak terkontrol, atau kecenderungan bersifat agresif. Kopi juga bisa memicu gangguan tidur, mulai dari insomnia hingga waktu tidur yang tidak terkontrol (hypersomnia).

Waspadai kehadiran pengaruh kopi dalam wujud cokelat, soda (terutama kola), bahkan kopi yang dilabeli dekafein. Semua produk tersebut memberikan pengaruh buruk yang sebenarnya sama. Mungkin, hanya jumlahnya yang direkayasa agar sedikit lebih kecil, tapi umumnya tidak disadari membuat konsumsinya menjadi berlebihan.

Teh

Kandungan kafein dan polifenol (sejenis antioksidan) pada teh membuat teh juga sering dianggap sebagai minuman yang menyehatkan. Anggapan ini diperparah dengan munculnya produk seperti teh hijau yang diidentikkan dengan produk pelangsing, pencahar alami, kaya antioksidan, juga pembunuh bakteri. Fakta sesungguhnya? Teh adalah penyumbang kafein (walau tidak sebesar kopi). Frekuensi minum teh yang jauh lebih tinggi membuat teh memiliki nilai bahaya yang tidak kalah besar.

Umumnya, orang sulit mengukur seberapa banyak asupan teh per hari karena minum teh telah menjadi budaya yang melekat dalam hidup keseharian. Hampir setiap waktu makan di rumah makan, teh menjadi hidangan pendamping mutlak. Selain kafein, teh juga bersifat diuretik dan karena sifatnya yang lebih ringan daripada kopi, efek dehidrasi yang ditimbulkan acap lebih buruk.

Seorang dokter spesialis gastroenterologi (mempelajari sistem cerna manusia) terkemuka dunia mengemukakan hasil peneropongannya terhadap ratusan ribu isi perut manusia antar-ras dan beragam kebangsaan. Dia menemukan tidak satu pun pengonsumsi teh dan kopi (juga produk susu serta turunannya) yang memiliki dinding sistem cerna (terutama usus) yang sehat. Bahkan, dia menemukan pecandu teh hijau yang telah berlangsung tahunan lebih rentan terkena kanker di area organ cerna mereka.